
Insight Nusantara — Dugaan penyaluran beras rusak di Kabupaten Pinrang memicu aksi demonstrasi dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pinrang di kantor Perum Bulog Cabang Pinrang. Aksi itu berlangsung setelah masyarakat mengeluhkan kualitas beras bantuan yang mereka terima.
Ketua Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan, dan Pemuda (PTKP) HMI Cabang Pinrang, Bill Gates, memimpin langsung jalannya demonstrasi. Massa aksi datang sambil membawa tuntutan agar Bulog segera memberikan penjelasan kepada masyarakat.
Dalam orasinya, kader HMI menyoroti kualitas beras bantuan yang dinilai tidak layak konsumsi. Mereka menilai bantuan pangan harus hadir dengan kualitas baik karena masyarakat sangat bergantung pada program tersebut.
HMI Cabang Pinrang mengaku menerima sejumlah laporan dari warga terkait kondisi beras bantuan. Beberapa warga menyebut beras berbau, berubah warna, hingga berkutu saat mereka buka di rumah masing-masing.
Menurut massa aksi, kondisi tersebut menimbulkan keresahan di tengah masyarakat penerima bantuan pangan. Banyak warga merasa kecewa karena bantuan yang seharusnya membantu kebutuhan sehari-hari justru menimbulkan persoalan baru.
Mahasiswa juga meminta Bulog memperbaiki sistem pengawasan distribusi beras bantuan. Mereka menduga lemahnya pengawasan membuat kualitas beras menurun sebelum sampai ke tangan masyarakat.
Selain meminta evaluasi, HMI mendesak pemerintah dan pihak terkait memberikan tindakan tegas jika menemukan adanya kelalaian dalam proses distribusi. Mereka menilai pengawasan bantuan pangan harus berjalan maksimal agar masyarakat tidak dirugikan.
Aksi demonstrasi berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian. Massa aksi secara bergantian menyampaikan aspirasi di depan kantor Bulog Pinrang sambil membawa poster dan spanduk tuntutan.
Sejumlah masyarakat ikut menyaksikan jalannya aksi tersebut. Kehadiran warga menunjukkan besarnya perhatian publik terhadap persoalan kualitas bantuan pangan di Kabupaten Pinrang.
Bulog Pinrang Beri Penjelasan
Menanggapi tuntutan mahasiswa, pihak Bulog Pinrang akhirnya memberikan penjelasan. Bulog menyatakan siap menerima laporan masyarakat terkait kualitas beras yang beredar dalam program bantuan pangan.
Pihak Bulog menjelaskan bahwa petugas selalu memeriksa kualitas beras sebelum proses distribusi berlangsung. Pemeriksaan itu bertujuan memastikan kondisi beras masih layak konsumsi saat diterima masyarakat.
Meski begitu, Bulog mengakui faktor penyimpanan dan distribusi dapat memengaruhi kualitas beras. Karena itu, pihaknya akan melakukan pengecekan ulang terhadap stok yang tersedia di gudang maupun yang sudah tersalurkan.
Bulog Pinrang juga berjanji melakukan evaluasi terhadap proses distribusi bantuan pangan. Langkah itu mereka lakukan agar persoalan serupa tidak kembali terjadi pada penyaluran berikutnya.
Selain itu, Bulog membuka ruang pengaduan bagi masyarakat yang menemukan beras dalam kondisi rusak. Pihaknya meminta warga segera melapor agar petugas bisa langsung melakukan pengecekan di lapangan.
HMI Tegaskan Akan Terus Mengawal
Di sisi lain, HMI Cabang Pinrang menegaskan akan terus mengawal persoalan tersebut sampai ada langkah nyata dari pihak terkait. Mereka ingin pemerintah dan instansi terkait memperketat pengawasan distribusi bantuan pangan.
Mahasiswa juga mengajak masyarakat aktif melaporkan temuan di lapangan. Mereka menilai partisipasi masyarakat penting untuk menjaga kualitas bantuan yang diterima warga.
Kasus dugaan beras rusak ini kini menjadi perhatian masyarakat Pinrang. Banyak warga berharap pemerintah segera menyelesaikan persoalan tersebut agar program bantuan pangan tetap berjalan baik dan tepat sasaran.
Warga juga berharap pihak terkait meningkatkan kualitas pengawasan mulai dari penyimpanan hingga distribusi. Mereka ingin bantuan pangan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.