Jumat, 26 Jun 2026
Home
Search
Menu
Share
More
ubasss pada Berita
26 Mei 2026 14:38 - 2 menit reading

AS Tegaskan Selat Hormuz Akan Dibuka dengan Cara Apa Pun

Insight Nusantara — Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memanas setelah Iran diduga memblokade Selat Hormuz. Jalur laut tersebut menjadi salah satu pusat distribusi minyak paling penting di dunia. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio menegaskan negaranya akan membuka kembali Selat Hormuz “dengan cara apa pun”.

Pernyataan itu muncul saat dunia mulai khawatir terhadap gangguan pasokan energi global. Selat Hormuz selama ini menjadi jalur utama ekspor minyak dari negara-negara Teluk menuju Asia, Eropa, dan Amerika.

Ancaman bagi Ekonomi Dunia

Rubio menilai penutupan Selat Hormuz dapat memicu dampak besar terhadap ekonomi internasional. Menurutnya, tindakan tersebut mengganggu kebebasan navigasi internasional dan mengancam stabilitas perdagangan dunia.

Amerika Serikat juga terus berkomunikasi dengan negara-negara sekutu untuk mencari solusi diplomatik. Sejumlah pembicaraan melalui mediasi Qatar masih berlangsung guna meredakan ketegangan di kawasan.

Trump Soroti Negosiasi dengan Iran

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump ikut menyoroti situasi tersebut. Trump menyebut pembukaan kembali Selat Hormuz menjadi bagian penting dalam negosiasi dengan Iran.

Selain membahas jalur pelayaran, negosiasi juga menyentuh isu uranium yang diperkaya milik Teheran. Selama ini, program nuklir Iran memang terus menjadi perhatian dunia internasional.

Harga Minyak Berpotensi Naik

Konflik di kawasan Timur Tengah membuat pasar global mulai waspada. Banyak pengamat memperkirakan harga energi dunia dapat melonjak jika distribusi minyak terganggu dalam waktu lama.

Selat Hormuz memiliki posisi yang sangat strategis. Setiap hari, jutaan barel minyak mentah melintasi jalur laut tersebut. Karena itu, konflik kecil sekalipun dapat memengaruhi stabilitas ekonomi global.

Hingga kini, banyak negara masih memantau perkembangan situasi di Timur Tengah. Dunia internasional berharap semua pihak memilih jalur diplomasi agar konflik tidak berkembang menjadi ancaman yang lebih besar.