
Insight Nusantara — Video aparat Desa Mattombong, Kecamatan Mattirosompe, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, menemukan beras bantuan pangan dalam kondisi rusak viral di media sosial, Selasa (26/5/2026).
Video tersebut diunggah langsung oleh Kepala Desa Mattombong, Tahir Tho Lisse melalui akun media sosial pribadinya. Dalam rekaman itu, aparat desa membuka sedikitnya lima karung beras bantuan medium yang rencananya akan disalurkan kepada warga penerima manfaat.
Saat proses pengecekan berlangsung, aparat desa menemukan kondisi beras sudah berubah warna. Sebagian tampak menguning, menghitam, hingga dipenuhi kutu.“Jadi ini adalah sampel beras yang ada di Mattombong untuk bantuan pangan. Ini sudah mulai agak hitam, kekuning-kuningan,” ujar Tahir dalam video tersebut.
Petugas kemudian memperlihatkan kondisi beras dari jarak dekat. Dalam sela-sela butiran beras terlihat hama kutu yang masih hidup.“Ayo kita lihat, supaya kita lihat sudah mulai naik kutu-kutunya. Ini tabe, sudah mulai ada kutu. Itu sampel pertama,” lanjutnya.
Kondisi serupa ditemukan pada sampel kedua hingga kelima. Bahkan pada sampel ketiga yang dituangkan ke piring porselen, warna beras tampak dominan kuning pekat dan sebagian mulai menghitam.
Pemerintah Desa Mattombong menegaskan pemeriksaan itu dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab untuk memastikan bantuan pangan yang diterima masyarakat benar-benar layak konsumsi.
Pihak desa juga membantah tudingan bahwa langkah tersebut bertujuan menyudutkan pihak tertentu.“Kami dari pemerintah Desa Mattombong tidak punya maksud apa-apa dengan membuka sampel beras penerima bantuan pangan untuk warga kami. Tapi kami hanya ingin memastikan bahwa beras yang dikasihkan itu layak,” tegas aparat desa dalam rekaman tersebut.
Menurut pihak desa, mereka menerima informasi adanya keluhan serupa dari sejumlah wilayah lain. Namun banyak pihak disebut memilih diam dan enggan menyampaikan kondisi sebenarnya ke publik.“Kami sangat yakin semua desa mengalami hal seperti kami, cuma mereka takut untuk memperlihatkan faktanya,” ungkapnya.
Menanggapi viralnya video tersebut, Pimpinan Cabang Bulog Pinrang, Faizal Jafar memberikan penjelasan. Ia menduga kerusakan terjadi akibat kelalaian saat proses pemuatan atau pengemasan ulang beras.“Orang kerja pengemasan ulang terus kasih naik lupa tidak perhatikan baik-baik,” katanya saat dikonfirmasi.
Faizal memastikan pihak Bulog langsung mengganti beras yang ditemukan dalam kondisi rusak.“Sudah saya tindaklanjuti tadi pagi, dia ambilkan, ganti,” ujarnya.
Ia menambahkan total penyaluran bantuan pangan di wilayah Pinrang mencapai sekitar 900 ton. Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menyerap hasil beras petani sekaligus membantu masyarakat penerima manfaat.
Pihak Bulog juga mengaku siap menerima laporan maupun komplain dari pemerintah desa terkait kualitas bantuan pangan yang disalurkan.“Pada dasarnya cepat tanggap lah, bisa langsung kita selesaikan,” pungkasnya.