
Insight Nusantara — Presiden Prabowo Subianto optimistis Indonesia mampu menjadi salah satu produsen udang unggulan dunia. Keyakinan itu muncul setelah pemerintah melihat besarnya potensi budidaya udang modern di berbagai daerah pesisir.
Prabowo menyampaikan optimisme tersebut usai meninjau panen raya udang vaname di kawasan tambak modern Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu. Sektor budidaya udang dinilai memiliki peluang besar untuk mendongkrak ekonomi nasional sekaligus meningkatkan ekspor hasil perikanan.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan Presiden melihat Indonesia memiliki sumber daya alam yang sangat kuat untuk bersaing di pasar internasional. Menurutnya, kawasan pesisir Indonesia menyimpan peluang besar untuk pengembangan tambak berbasis teknologi modern.
Di kawasan tambak seluas sekitar 100 hektare itu, Prabowo meninjau langsung proses panen hingga penyortiran hasil produksi udang vaname sebelum petugas memasarkan hasil panen ke berbagai daerah. Pengelola tambak juga memakai sistem budidaya terpadu dengan pengelolaan air dan limbah modern.
Kawasan budidaya di Kebumen memiliki ratusan petak tambak aktif dengan nilai produksi mencapai puluhan miliar rupiah setiap siklus panen.
Dalam satu tahun, pengelola memperkirakan nilai produksi kawasan itu bisa menembus lebih dari Rp100 miliar. Angka tersebut menunjukkan besarnya potensi sektor budidaya udang bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
Pengembangan tambak modern turut membuka banyak lapangan kerja bagi masyarakat pesisir. Aktivitas budidaya, pengolahan, hingga distribusi hasil panen ikut menggerakkan ekonomi warga sekitar.
Saat ini pemerintah memperluas pembangunan tambak produktif ke sejumlah daerah seperti Nusa Tenggara Timur, Gorontalo, dan kawasan Pantai Utara Jawa.
Indonesia terus mendorong sektor perikanan budidaya sebagai sumber devisa baru melalui peningkatan ekspor pangan laut. Karena itu, kementerian terkait mempercepat pembangunan proyek produktif berbasis kelautan.
Selain memperkuat produksi, Prabowo meminta seluruh jajaran kementerian mempercepat program hilirisasi sektor perikanan agar hasil produksi dalam negeri memiliki nilai tambah lebih tinggi di pasar global.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan panen raya di Kebumen menghasilkan puluhan ton udang vaname berkualitas ekspor.
Langkah pengembangan tambak modern di berbagai daerah diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemain utama industri udang dunia dalam beberapa tahun mendatang.