
Insight Nusantara — Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Institut Cokroaminoto Pinrang menyoroti keluhan warga terkait kualitas makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belakangan ramai diperbincangkan masyarakat.
Keluhan tersebut disampaikan warga dengan menyertakan dokumentasi berupa video yang memperlihatkan kondisi makanan yang diterima oleh penerima manfaat program. Dalam video tersebut, tampak beberapa menu makanan diduga sudah tidak layak untuk dikonsumsi.
Berdasarkan keterangan warga, makanan tersebut berasal dari distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut-sebut dikelola oleh SPPG Malimpung 001 yang berlokasi di Jalan Poros Malimpung, Desa Sipatuo, Kabupaten Pinrang. Namun, informasi tersebut masih menunggu klarifikasi resmi dari pihak terkait.
Warga mengaku menemukan sejumlah menu makanan, termasuk lauk dan buah, dalam kondisi yang dinilai tidak layak konsumsi. Mereka juga menyebut kejadian serupa diduga bukan kali pertama terjadi.
Menanggapi hal itu, Presiden BEM Institut Cokroaminoto Pinrang meminta adanya tindakan tegas terhadap pihak yang bertanggung jawab atas dugaan kelalaian tersebut. Ia menilai kualitas makanan dalam program MBG tidak boleh dianggap sepele karena menyangkut kesehatan masyarakat.
“Kami meminta agar kepala dapur di Malimpung yang bertanggung jawab terhadap distribusi makanan ini segera dievaluasi bahkan dicopot apabila terbukti lalai. Program MBG adalah program yang menyangkut kesehatan dan keselamatan masyarakat, sehingga tidak boleh ada kelonggaran dalam pengawasan kualitas makanan,” tegasnya.
Ia juga meminta Koordinator Wilayah (Korwil) MBG Kabupaten Pinrang agar lebih tegas dalam melakukan pengawasan terhadap seluruh dapur MBG yang beroperasi di Kabupaten Pinrang.
“Kami mendesak Korwil MBG Pinrang untuk turun langsung melakukan pemeriksaan terhadap seluruh dapur MBG di Pinrang. Pengawasan harus dilakukan secara ketat dan rutin agar kejadian seperti ini tidak kembali terulang,” lanjutnya.
Selain itu, Presiden BEM Institut Cokroaminoto Pinrang juga mengajak masyarakat untuk aktif mengawasi pelaksanaan program MBG dengan melaporkan setiap temuan yang dianggap bermasalah.“Kami meminta seluruh masyarakat, khususnya para penerima manfaat program MBG di Pinrang, untuk tidak takut melaporkan dan mengunggah temuan-temuan terkait kualitas makanan yang diterima. Partisipasi masyarakat sangat penting agar program ini tetap berjalan sesuai tujuan dan tidak merugikan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, evaluasi menyeluruh sangat penting dilakukan untuk memastikan makanan yang disalurkan benar-benar aman, higienis, dan layak dikonsumsi oleh para penerima manfaat.
Salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan berharap ada pengawasan lebih ketat terhadap kualitas makanan yang disalurkan.“Kami berharap ada evaluasi dan pengawasan yang lebih ketat agar makanan yang diberikan benar-benar aman, berkualitas, dan layak dikonsumsi oleh penerima manfaat,” ungkapnya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak SPPG Malimpung 001 terkait keluhan warga tersebut.