
Insight Nusantara – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menunjukkan dampak besar terhadap perekonomian nasional. Program unggulan pemerintah itu kini menyerap sekitar 1,28 juta tenaga kerja di berbagai daerah di Indonesia.
Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat jutaan pekerja tersebut terlibat dalam operasional 29.225 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di seluruh Indonesia. Program itu tidak hanya fokus pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga membuka lapangan kerja baru dalam jumlah besar.
BGN menjelaskan program MBG ikut menggerakkan ekonomi rakyat dari hulu hingga hilir. Program tersebut menciptakan permintaan bahan pangan secara berkelanjutan dan melibatkan banyak pelaku usaha lokal.
Program MBG mendorong aktivitas ekonomi di berbagai sektor. Petani, peternak, pedagang bahan pokok, hingga pelaku UMKM ikut merasakan dampak dari tingginya kebutuhan bahan pangan untuk program tersebut.
Satu SPPG membutuhkan sekitar 200 kilogram beras per hari untuk memenuhi ribuan porsi makanan bergizi. Selain itu, dapur MBG juga memerlukan ribuan ekor ayam setiap bulan sebagai bagian dari menu harian penerima manfaat.
Kondisi tersebut membuat perputaran ekonomi di daerah meningkat. Banyak pemasok lokal kini terlibat langsung dalam rantai distribusi pangan program MBG.
Pemerintah menilai program MBG memiliki efek ganda terhadap ekonomi nasional. Selain memperbaiki kualitas gizi masyarakat, program tersebut juga membuka peluang kerja baru dalam skala besar.
Sejumlah pihak memperkirakan MBG dapat menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi nasional jika pelaksanaannya terus berjalan optimal.
Pemerintah juga terus memperkuat tata kelola program MBG, termasuk pengawasan keamanan pangan dan peningkatan kualitas pengelolaan dapur layanan gizi di berbagai daerah.