
Insight Nusantara – Satreskrim Polresta Kendari menunjukkan sisi humanis saat menangani kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Di tengah proses penyidikan, personel kepolisian menemukan istri dan anak tersangka dalam kondisi memprihatinkan karena sudah dua hari tidak memperoleh makanan yang layak.
Petugas mendatangi rumah kontrakan tersangka di Kecamatan Poasia, Kota Kendari, untuk mengembangkan penyelidikan kasus curanmor. Saat memeriksa lokasi, polisi justru melihat kondisi keluarga tersangka yang hidup dalam keterbatasan ekonomi.
Rumah kontrakan itu hampir tidak memiliki persediaan bahan makanan. Istri tersangka tinggal bersama anaknya yang masih kecil tanpa dukungan kebutuhan pokok yang cukup untuk menjalani aktivitas sehari-hari.
Polisi kemudian menanyakan kondisi keluarga tersebut. Dari keterangan yang diperoleh, sang ibu mengaku dirinya dan anaknya sudah dua hari tidak mengonsumsi makanan yang layak karena tidak memiliki uang maupun bahan pangan.
Selama dua hari itu, ibu dan anak hanya bertahan dengan meminum air yang dimasak dari air keran. Kondisi tersebut membuat personel kepolisian segera mengambil langkah kemanusiaan agar keduanya tidak mengalami kondisi yang lebih buruk.
Selain menghadapi kesulitan ekonomi, anak tersangka juga merupakan penyandang autisme. Saat polisi datang, anak itu sedang mengalami demam sehingga membutuhkan perhatian dan penanganan kesehatan.
Melihat kondisi tersebut, personel Satreskrim Polresta Kendari langsung memprioritaskan keselamatan ibu dan anak. Polisi menilai keduanya membutuhkan bantuan secepat mungkin agar kondisi kesehatan anak tidak semakin menurun.
Tanpa menunggu lama, polisi segera membeli dan menyalurkan berbagai kebutuhan pokok. Personel membawa beras, telur, mi instan, makanan siap saji, air mineral, susu, popok, serta kebutuhan harian lainnya untuk meringankan beban keluarga tersebut.
Petugas juga menyerahkan obat-obatan agar anak yang sedang demam bisa segera mendapatkan penanganan awal. Bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian polisi terhadap keluarga yang tidak terlibat dalam tindak pidana.
Setelah memastikan kebutuhan dasar keluarga terpenuhi, polisi kembali memberikan bantuan lanjutan. Personel membantu biaya perjalanan ibu dan anak itu menuju Kota Baubau agar keduanya dapat berkumpul bersama keluarga besarnya.
Polisi memilih langkah tersebut karena keluarga besar dinilai mampu memberikan dukungan moral, memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, sekaligus membantu merawat anak yang membutuhkan perhatian khusus.
Meski mengedepankan sisi kemanusiaan, penyidik tetap melanjutkan proses hukum terhadap tersangka curanmor sesuai ketentuan yang berlaku. Polisi memastikan bantuan kepada keluarga tersangka tidak memengaruhi jalannya penyidikan maupun proses hukum.
Kepolisian menegaskan bahwa istri dan anak tersangka tidak terlibat dalam tindak pidana. Karena itu, polisi merasa perlu memberikan perlindungan dan bantuan ketika keduanya menghadapi kondisi darurat.
Langkah cepat Satreskrim Polresta Kendari memperlihatkan bahwa tugas kepolisian tidak hanya menegakkan hukum, tetapi juga hadir membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan. Polisi menjalankan proses penyidikan secara profesional sekaligus menunjukkan kepedulian terhadap keluarga yang terdampak.
Pendekatan humanis tersebut memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian. Penegakan hukum yang tegas dapat berjalan berdampingan dengan nilai kemanusiaan, terutama ketika perempuan dan anak menjadi pihak yang terdampak meski tidak terlibat dalam tindak pidana.
Peristiwa di Kendari ini menjadi pengingat bahwa setiap proses hukum dapat membawa dampak bagi anggota keluarga pelaku. Melalui bantuan kemanusiaan tersebut, polisi berupaya memastikan istri dan anak tersangka tetap memperoleh perlindungan, perhatian, dan kesempatan menjalani kehidupan yang lebih layak.