Sabtu, 01 Agu 2026
Home
Search
Menu
Share
More
Redaksi pada Daerah
13 Jul 2026 17:44 - 2 menit reading

Lalai Tangani Sampah, Buttusawe Jadi Sorotan

Tumpukan sampah yang bertebaran di beberapa titik Desa Buttusawe bukan lagi sekadar persoalan kebersihan. Ia adalah cerminan dari dua persoalan yang saling berkaitan: rendahnya kesadaran sebagian masyarakat dan belum optimalnya pengelolaan lingkungan oleh pemerintah desa.

Ketika masyarakat terus membuang sampah sembarangan, sementara penanganan dan pencegahan tidak terlihat memadai, maka ancaman terhadap lingkungan semakin nyata.

Tidak dapat dipungkiri, masyarakat memiliki tanggung jawab untuk menjaga kebersihan lingkungan. Namun, pemerintah desa juga memiliki peran penting dalam menyediakan sistem pengelolaan sampah, mulai dari fasilitas, edukasi, hingga pengawasan.

Jika persoalan sampah terus berlangsung tanpa penanganan yang efektif, masyarakat berhak mempertanyakan sejauh mana pengelolaan lingkungan telah menjadi prioritas.

Ancaman yang ditimbulkan bukan hanya soal pemandangan yang kumuh. Sampah yang menumpuk berpotensi mencemari tanah dan air, menjadi tempat berkembang biaknya lalat, nyamuk, dan tikus, serta meningkatkan risiko berbagai penyakit.

Ironisnya, kondisi ini terjadi di tengah harapan masyarakat akan lingkungan desa yang bersih, sehat, dan nyaman.

Sudah saatnya persoalan sampah tidak lagi dipandang sebagai kesalahan masyarakat semata ataupun menjadi beban pemerintah saja.

Sejumlah warga mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan, “Kami berharap ada tindakan nyata. Jangan hanya menunggu sampah semakin banyak.

Pemerintah desa harus menyediakan tempat pembuangan dan pengangkutan sampah secara rutin, sementara masyarakat juga harus berhenti membuang sampah sembarangan.”


Warga lainnya juga menyampaikan keluhannya. “Kalau dibiarkan terus, lama-lama baunya menyengat dan bisa menimbulkan penyakit. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab kita semua sebagai masyarakat.”

Pemerintah Desa Buttusawe perlu mengambil langkah yang lebih nyata melalui penyediaan tempat pembuangan sementara, sistem pengangkutan sampah yang teratur, edukasi kepada masyarakat, serta penegakan aturan terhadap pembuangan sampah liar.

Di sisi lain, masyarakat juga harus menghentikan kebiasaan membuang sampah sembarangan dan ikut menjaga lingkungan.

Ancaman itu sudah ada di depan mata. Yang dibutuhkan sekarang bukan saling menyalahkan, melainkan tindakan nyata. Sebab, pembiaran terhadap persoalan sampah hari ini akan menjadi masalah kesehatan, lingkungan, dan kualitas hidup masyarakat di masa depan.